DP3AKB Supiori Dorong Sekolah dan Fasilitas Kesehatan Ramah Anak di Kabupaten Supiori

Sorendiweri - Pemerintah Kabupaten Supiori melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar kegiatan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak. tujuan dari kegiatan ini yaitu terlindungi serta terpenuhinya hak-hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal melalui sekolah dan puskesmas/pustu ramah anak di Kabupaten Supiori.

Kegiatan dibuka langsung oleh Asisten I Setda Kabupaten Supiori, Hengky Mandosir, AP, kamis (21/7/2022) bertempat di gedung serbaguna Jules F Warikar dan akan berlangsung hingga sabtu (23/7/2022).

Dalam sambutannya, Hengky Mandosir, AP menyampaikan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di kabupaten supiori harus dilakukan secara cermat, berencana, serta berkesinambungan mulai dari dalam kandungan sampai lanjut usia.

Untuk itu, sambungnya, pemerintah daerah sebagai pelayan publik perlu mempelopori upaya dalam menata atau mempersiapkan generasi muda yang berkualitas.

“Kabupaten supiori kedepan harus memiliki  generasi penerus yang berkualitas, berkarakter, serta  berkepribadian yang siap melanjutkan tugas dan panggilan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3KB, Petronela Yembise, SH, MM, dalam laporannya menyampaikan, tujuan khusus dari kegiatan ini yaitu diharapkan anak dapat memperoleh pendidikan di sekolah dengan aman, nyaman, bebas dari kekerasan, agar dapat membentuk karakter anak dengan penuh cinta kasih. Selain sekolah, harapnya, anak dapat memperoleh layanan kesehatan ramah anak tingkat dasar di puskesmas dan pustu.

“Diharapkan pelayanan kesehatan tingkat dasar dapat memperhatikan kebutuhan dasar anak yang berbeda dengan orang dewasa, karena dunia anak identik dengan bermain oleh sebab itu puskesmas dan pustu (semestinya) menyediakan sarana layanan kesehatan sesuai dengan dunia anak-anak,” jelasnya.

Adapun peserta dari kegiatan ini yaitu SD Inpres Masyai, SD Negeri Wabor, SD YPK Duber, SD Inpres Sowek, Puskesmas Sabarmiokre, Pustu Masyai, Pustu Wabor, Posyandu Anggrek, Puskesmas Paryem, dan Puskusmas Korido, dengan masing-masing perwakilan berjumlah 10 orang.

“Sekolah dan puskesmas yang hadir merupakan percontohan sekolah dan puskemas/pustu yang ramah anak,” jelas Kadis DP3AKB.

Selama mengikuti kegiatan, para peserta menerima materi dari Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Catatan Sipil Provinsi Papua. UNICEF, serta WFI Perwakilan Jayapura. (Diskominfo/Alfin)