ARTIKEL KEGIATAN

HUT PENDIDIKAN dan KEBUDYAAN KABUPATEN SUPIORI TANGGAL 02 MEI 2018

Dalam Rangka Hut pendidikan Nasional tahun 2018 ini, Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang  dibacakan oleh Kepala Distrik Supiori Timur dilapangan SMP Negeri Wakre distik Supiori Timur, Kabupaten supiori, yang bertemakan “ Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan”, Sesuai dengan tema Peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tercantum dalam ajaran, pemikiran dan praktif pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara. Kita menyadari bahwa kondisi pendidikan dan kebudayaan Nasional yang kita cita – citakan masih jauh dari jangkauan. Kita terus berusaha keras memperluas akses pendidkan yang berkualitas, terus menerus mengalibrasi praktik pendidikan agar memiliki presisi atau kelektian yang tinggi, sesuai tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan, kebutuhan pembangunan. Disisi lain Indonesia adalah negara yang kaya raya dalam hal budaya. Itulah sebabnya UU no. 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebutuhan mengamanatkan bahwa pemajuan memerlukan langkah srategis berupa upaya – upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Cita – cita pendidikan dan kebudayaan nasioanal hanya terwujud jika kita bekerja keras dan berdaya jelajah luas, dengan cara itu kerja pendidikan dan kebudayaan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah yang gencar membangun infrastruktur harus disetai dengan pembangunan sumber daya manusia secara lebih sungguh – sungguh dan terencana.  Pendidikan juga harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil, dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan. Bersamaan dengan pembangunan infrastruktur pendidikan dan kebudayaan pada tahun – tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pada daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T), agar wilayah – wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi kedalam layanan pendidikan dan kebudayaan. Pada tahun ini Presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kala, mencanangkan prioritas pembangunan pada penguatan SDM. Disinilah peran dan tanggung jawab pendidikan dan kebudayaan akan makin besar. Dalam penguatan SDM tersebut terbentang tantangan Internal dan eksternal. Tantangan internal tampak pada gejala tergerusnya ketajaman akal budi dan kekukuhan mentalitas kita. Di lihat dari melemahnya mentalitas anak – anak akibat terpapar dan terdampak oleh maraknya simpul Informasi dari media sosial. Untuk menjawab tantangan ini sejak awal Kementrian pendidikan dan kebudayaan telah meneguhkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literisasi. Selain ikhtiar yang makin kuat menyusul ditetapkan peraturan presiden nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), mengamanahkan gerakan pendidikan dibawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui Harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasarana yang andal serta teknologi pembelanjaran yang mutakhir, menjadi keniscayaan pendidikan kita. Semua pihak harus bergandeng tangan, bahu membahu besinergi memikul tanggung jawab  bersama dalam menguatkan pendidikan. (Ts)

Kolom Pencarian

Link Website Terkait

    papua.jpg lpse.jpg bps.jpg

Kolom Download